Sabtu, 06 Agustus 2016

Gamatu vs Gamada


Berdiri di bawah mendung sore ini di ujung Utara Lapangan GSP. Hari Sabtu, 6 Agustus 2016 menjadi hari terakhir serangakaian PPSMB UGM 2016.



Sore itu aku berdiri di sana dan menyaksikan betapa hebatnya para panitia mengarahkan 9000 lebih mahasiswa baru, dan membentuk sebuah formasi yang tidak mudah menurutku. Ya, aku takjub dan setakjub itu hingga mata ini mulai basah karena terharu, they were really do a great job! Dan yang lebih membuat haru dan bangga lagi, duduk disitu diantara ribuan mahasiswa baru, adik yang selalu dibanggakan dan akan menjadi orang hebat kelak.

Rasa bangga dan haru itu masih menyelimuti hingga saat ini. Perasaan takjub dan tidak menyangka, ah ternyata aku sore ini disini bukan hanya sekedar menyambut mahasiswa baru tapi aku juga menyaksikan seseorang dari keluargaku duduk disitu.
Rasa takut sempat menyelimuti bahwa dia tidak akan sampai pada tahap ini, tapi semua rasa itu sudah terbayar dengan doa diantara dosa-dosa, dan usaha yang rasanya sesuai juga. Kamu duduk disana, sebagai Gadjah Mada Muda 2016.

Now you are stepping in another journey, and would be a memorable chapter in life. And I'm glad you have been through it all. It's all paid. It feels so good to be the one who still have a chance to see you grow and be a man you are today. I'm keeping my promise to witness your great moment, and I have done one of them today. Let's keep doing your best for life, and our best to make everyone around proud like you were today. Always be good, and do good. Aku bantu sebisaku mempelajari hidup meskipun kadang ilmu yang dibagi itu menyimpang, tapi itulah guna suadara, untuk saling mengingatkan. Grow up happily and stay healthy, semangat. Babang proud of you!

Salam,
Gadjah Mada Tua 2013


Sabtu, 13 Februari 2016

Hari Kesekian

Hey, how's ur life there?

Beberapa menit menuju tanggal 14 Februari nih, ya meskipun aku bukan kaum yang merayakan valentine dan membelikanmu coklat lalu mengecup keningmu. Ah, aku lupa bagaimana cara kita merayakan valentine tahun lalu, tapi sepertinya tahun ini aku akan merayakan valentine sendirian dan dengan caraku sendiri. 

I've been tired of wondering about whether debar di hati that I think is real because you still had the taste. Tired of guessing whether you still feel the same pulse. Tired ascertain whether what I feel,  is same on you. Every day trying to not find out about you is a struggle, and I always lost. No matter how strong, I could not resist the desire to follow you if only to find no bad news. Foolish love that makes us conscious still want to hear things are only going to hurt.


Some people believe their problem in a few cigarettes and suck it hard, rather than talk to someone to be heard. But I got companion today, a cup of hot chocolate with flavour and few cigarettes.

Selasa, 26 Januari 2016

Geng Hai?

Hello, it’s me!

Aku mau bikin little story perjalanan ke Bandung kemarin ah! So it was me and my senior high school friend yang asyik-asyik merencanakan pergi ke Bandung dalam jangka waktu satu minggu aja sebelum keberangkatan. Yeaa yang mendadak mostly berhasil, ya kan?

I won’t tell the details about the trip we had, but it was really fun and lalala started with meeting point at Stasiun Tugu we went there by train and yea unfortunately (no, it was planned sih) we got perfect time to go! It was Friday as my last day of exam, hehe and Astici juga sih. Arrived in Bandung and start the journey with Lembang tour! Mandi di Ciater dong soalnya kalau mandi di pom bensin is not so me. But sadly I have to go back Jogja earlier sama Resa, because I have my internship dan Resa harus ketemu dosen sebenarnya dia ga penting sih cuma sok penting aja.



But then, I was so baper with the trip we had to Bandung. That was not my first to go to Bandung, it was a revenge since my bro went there when I was still on my exam week. But this is different, pergi sama orang yang udah kenal sejak SMA dan ternyata setelah ditarik benang masing-masing, aku punya cerita kedekatan tersendiri sama mereka semua. Dari yang penah sekelah lalu akrab, dari yang kenal dari orang lain kemudian jadi nyaman, ada juga yang cuma teman curhat jadi paham sampe kedalem-dalem rusuk usus jantung hatiku, dan masih banyak dari-dari yang lain. I feel so lukcy to held this trip with these people around, a bestfriend of mine gather and make a group of best people for me aduh gimana ngomongnya. Ternyaman deh, hedon ga pake malu, and we always had our best meal to eat! 

The most alay thing of us was a week after this trip, we went to Watukarung and yea with the same people and yea we rent a car, again. 



Terus, kita kemana lagi nih, Geng Hai?


Sabtu, 02 Januari 2016

Kopi Pertama di 2016

Selamat datang tahun 2016! Apa shio tahun ini?

Tidak membuka banyak cerita di malam pergantian tahun, ya jadi terasa kurang spesial juga tapi dipikir kembali haruskan punya kegiatan di malam pergantian tahun? Enggak, tapi kalau ada ya, boleh deh.

Jadi, setelah melewati pergantian tahun dengant tidur dan kebangun jam 3 mendapati Irfan masih bangun, dan terlibat dalam obrolan tahun baru yang agaknya ga penting, ga usah dibahas, berakhir dengan kami kembali tidur menjelang subuh setelah sebelumnya update baca Al Quran dulu di Path. Tidak ada yang spesial, hingga akhinrya menyambung dengan ngomongin Pak Yusuf Mansyur di Path. Memulai tahun dengan tidak positif agaknya, ya. Yaudah, biarkan sepagi itu berjalan tidak istimewa.

Mari menikmati kopi pertama di 2016. Berawal dari kosongnya agenda dan orang rumah tidak punya acara, akhirnya memutuskan untuk pergi sama Kutit. A friend of mine since first grade in senior hugh school. We used to have a deep conversation, it was on every Friday and we did that every week, on the second year. Skip!
Menjemput Kutit ke rumah, dan mencari makan dulu sebelumnya, lalu memutuskanlah kita pergi ngopi. 

Proses unik pembuatan kopi
Ini menarik, ya sebelumnya pernah mencoba ke Klinik Kopi tapi gagal karena tutup terus. Akhirnya setelah mencari (thank you Google Maps) dan puter balik 2 kali, sampailah kami. Unik, kesan pertama yang didapat ketika pertama sampai di sana karena tempatnya ternyata gelap dan remang-remang banget. Terus ada semacam selasar, dan banyak orang lesehan dan ngobrol disana. Yes, it was cozy place to talk about everything. Everything. Kalaupun bahas sex life di sini kayaknya juga ga ada orang yang mau menilai dari sudut pandang negatif. Mengantri beberapa saat, dan tibalah kami dipanggil untuk dilayani. (((DILAYANI)))
Pembuatan kopi sangat-sangat ribet, menurutku. Di sini memberi kesan bahwa untuk menikmati kopi, itu membutuhkan proses yang tidak sebentar. Bener-bener satu orang dibuatkan satu-persatu, pantesan lama. Ga semudah mengaduk kopi sachet dengan air panas. Kutit membeli kopi pahit, dan aku membeli yang asam. Entah, semenjak ke Aceh jadi suka kopi asem.

Kopiku dan kopi Kutit
Setelah mendapatkan kopi kami, keluarlah ke tempat selasar tadi yang banyak orang lesehan. Di situ ga boleh merokok, yaudah kita duduk aja ngopi dan ga ngerokok. Oh iya, ada papan tulisan kecil isinya "No wifi, talk to each other." Okay, tapi percakapan kami berdua malam itu dimulai dengan "Ini ga ada wifi tapi kita mainan hape juga, apa bedanya?" Akhirnya kami meletakkan handphone, dan mulai ngobrol dari ngomongin orang sampai ngomongin hidup yang sudah semakin tua. Seumuran kita gini mah udah mikirin besok mau punya rumah di mana, ga mikir mau nikah sama siapa. 
Ngobrol ngalor-ngidul ditutup dengan telfon Wildan di Groningen, hehe. Kangen sama brewok satu itu, dulu kalau pergi sama Kutit selalu ada Wildan dan Yogek, sekarang sibuk. Mau nyamain waktu aja susah banget. 

Obrolan harus berakhir, karena haurs pulang. Kita pergi, dan berakhirlah hari pertama di 2016 dihabiskan sama Kutit di Klinik Kopi. Satu cup coffee harganya 15000 aja, terjangkau banget. But remember, no sugar ya!

Minggu, 25 Oktober 2015

Whoever Become Your Love Later

Think about this letter after heard a story from a friend.

                                                                                                                                                

Anyone who becomes your love later, I'm sure he will love you like I love you. Probably more.
Because he would have had plenty of time for you. He will also be there whenever you need. He can keep you company on the way without a plan. 

Anyone who would be there with you after me, I'm sure he'll take care of you like me to take care of you. Even more.
Because he will always be on the right side of your bed. He also will hold you all night. He can keep you asleep in the warmth of his body.

Whoever you love after me, it will always be better than me.
Because I can only love you via text message. I can only accompany you through the voice on the other line. I can only hold you in the pictures do not move. I can only take care of you from the distance. I can only love with my best so I can erase the distance.

Anyone who becomes lover later, he was the champion.


Love,
Orang yang berjarak

Rabu, 12 Agustus 2015

Teringat BCL

Sekembalinya dari Aceh, akhirnya diingatkan pada lagu-lagu lawas.

Ceritanya tadi malem lagi tiduran di kamar Irfan, dia lagi belajar di ruang tengah aku mainan hape. Keputerlah lagu BCL yang lawas, dari album pertama dia ngisi soundtrack Dealova sampai soundtrack Saus Kacang sempet keputer. Then suddenly a song that tells everything keputer, judulnya Kecewa.

Ada lirik yang setengahnya menggangu sih, hehe.

Hampa kesal, dan amarah, seluruhnya ada di benakku...”

Sometimes we can only care, and that’s already more than we can do. Kemudian malam ini dirasa hampa, kesal, dan agak marah. Halah. And pretending you don’t have feelings of anger, sadness, or loneliness can literally destroy you mentally. So I tried to avoid the feelings but well let's just enjoy the moment. I just still remember that akulah yang nyata, bukan yang maya. That's just enought to shut my mouth from complaining about  this life.