Perasaan Orang Nih

Nggak ngerti, tapi pagi ini saya sedih aja.

Seorang teman, bahkan masuk didalam jajaran para nama sahabat geng (halah) yang saya lama ngga ngobrol tapi saya tau aja gitu perasaannya. Gimana ya, salah semua orang sebenarnya.
Ketika dia mengharap, meminta, memohon dengan tulus hati yang kalau divisualisasikan mungkin dia akan berlutut dihadapan sang empunya hati yang dia harapkan kembali, jelas aku merasa kasihan.

Mari kita lupakan kisah beberapa tahun yang lalu, dan lihat apa yang sekarang aja. Aku laki-laki, dan kita sama, sama punya perasaan juga. Aku tau apa yang tok mau, apa yang tok cari. Gimana ya, rasanya berpengaruh banget gitu kalau semisal kehadiranmu itu memang benar bisa  melengkapi. It's not about how we are moving on, but in my opinion it's all about "hey, I want you to be here and let's fix what I have ruined before."
Tapi semua itu memang tidak lepas dari kisah masa lalu, jadi ya mari melihat ke belakang. Tapi, laki-laki itu dilihat dari masa depan lho, bukan masa lalu. Gimana ya, aku tau mungkin temenku dulu nakal atau apalah kamu mau menganggapnya, tapi seseorang bisa berubah kalauuuu dia itu mau. Entahlah, aku setuju aja sama konsep itu. 

Iya, koe udah belajar dan belajar sangat banyak. Aku tetap berdoa nggo koe, semoga koe kuat sabar dan bisa menunggu, menunggu apapun lah.

Komentar

Postingan Populer